Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Lalu

Gambar
Pada pagi yang masih basah oleh langkah-langkah yang belum bernama aku belajar mengeja namamu seperti doa yang tak pernah tamat— perlahan, rapuh, dan selalu gugur sebelum sempat sampai. Aku masih menyimpan harapan di lipatan-lipatan malam, bahwa mungkin esok kau dan aku bisa kembali duduk berdekatan, membicarakan hal-hal kecil yang dulu tak pernah kita jaga dengan cukup hati-hati. Seandainya hujan mengerti bagaimana dua rintik ingin jatuh berdampingan, ia mungkin tak akan turun tergesa-gesa dan membiarkan satu rintik kehilangan jejak rintik lainnya. Seandainya waktu tidak begitu pelit membagi detiknya, dua hati yang tersesat mungkin sudah duduk bersebelahan di bangku yang sama, membiarkan diam berbicara lebih jujur dari bibir. Betapa ganjil,  ketika semua tanda hampir kupahami ada yang tiba-tiba menguap dari sela genggaman— seperti kabut yang memilih hilang tepat saat hendak disentuh di tengah jalan yang hampir bertemu, padahal keberanian kadang cuma selangkah lebih jauh dari...