Di sebuah sudut di mana waktu seolah berhenti berdenyut, hanya ada bayangan yang memanjang tanpa pemilik. Rindu itu menjelma arloji yang jarumnya patah tepat di angka yang paling sunyi, berdetak namun tak bergerak, menyimpan rahasia di balik kaca yang mulai buram oleh napas kecemasan. Di atas bangku kayu yang melapuk dimakan gerimis, ada sisa kehangatan yang tak sempat dikemas. Semuanya hanyalah sebuah sandiwara pura-pura ; tentang angin yang bersiul seolah tak ada beban yang jatuh, tentang langit yang tetap membiru padahal menyimpan badai di balik rusuknya. Ombak datang menyapu jejak-jejak kaki di pasir, seperti sebuah penghapusan yang paling tulus sekaligus paling kejam. Biarlah pasang itu membawa pergi segala gema yang menyesakkan dada, sebab ketenangan air jauh lebih berharga daripada riak yang bingung mencari dermaga yang sebenarnya sudah lama runtuh. Di sana, di batas garis cakrawala yang tak pernah tersentuh, sepasang mata air tenang telah memilih untuk mengering. Bukan ...
Postingan
Perihal Halaman yang Tak Selesai
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Di atas meja kayu, sebuah halaman terbuka: satu sudut yang kau lipat, dulu, sebelum musim bertukar warna. Seseorang menunggu tanganmu menjadi badai; yang merobek seluruh bab sunyi ini, yang lancang membawanya lari, meski harus lumat dalam cuaca yang tak pasti. Tapi kau datang hanya untuk menyeka debu. Kau tersenyum, kau sebut hormat atas tatanan yang tak ingin kau ganggu. Padahal di seberang sana, kau sedang membuka lembar-lembar baru dengan judul yang sama. Kau hanya ingin tahu: apakah kau masih satu-satunya penghuni di sana, sebelum kau menutup pintu, dan memadamkan lampu selamanya.
Lalu
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pada pagi yang masih basah oleh langkah-langkah yang belum bernama aku belajar mengeja namamu seperti doa yang tak pernah tamat— perlahan, rapuh, dan selalu gugur sebelum sempat sampai. Aku masih menyimpan harapan di lipatan-lipatan malam, bahwa mungkin esok kau dan aku bisa kembali duduk berdekatan, membicarakan hal-hal kecil yang dulu tak pernah kita jaga dengan cukup hati-hati. Seandainya hujan mengerti bagaimana dua rintik ingin jatuh berdampingan, ia mungkin tak akan turun tergesa-gesa dan membiarkan satu rintik kehilangan jejak rintik lainnya. Seandainya waktu tidak begitu pelit membagi detiknya, dua hati yang tersesat mungkin sudah duduk bersebelahan di bangku yang sama, membiarkan diam berbicara lebih jujur dari bibir. Betapa ganjil, ketika semua tanda hampir kupahami ada yang tiba-tiba menguap dari sela genggaman— seperti kabut yang memilih hilang tepat saat hendak disentuh di tengah jalan yang hampir bertemu, padahal keberanian kadang cuma selangkah lebih jauh dari...
Kabar Hari Ini
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Hal yang paling penting bagiku saat ini adalah kau masih mau berbagi cerita tentang bagaimana kau menikmati hidup juga bagaimana hidup memberi sedikit celah untuk kau bernafas// Syukurlah aku masih menjadi pendengar yang baik/dan kau masih menganggapku ada di setiap kau ingin berbagi/sudah cukup memberiku tanda sebagai alasan untuk bertahan// 6 september 2020, 14:15
Tanda
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Apa kabar hujan yang menyapamu Sudahkah ia tahu arah pulang memeluk rintik rintik kenangan pada hari hari bersama Aku adalah sudut di penghujung pagi Kerap menerka Sedang ruang yang tertunduk Di penghujung waktu tak terbentuk Mengakar hingga rusuk Kelak tak terelak perih yang kumaksud Aku lupa membawa pena Biar ku tulis pada lembar kala Kau yang sempat ada Meski kini ragamu sulit ku asakan Setidaknya Aku tak kan lupa pada jingga yang bersua di matamu Dandelion yang menari di muka Pelan tak beralasan Membawa sedikit demi sedikit harapan; yang sudah kutahu takkan hinggap di pucuk jantungmu Sulit sekali berucap Hanyut sekalipun tak buatku berkutik; setitik pun Semilir angin yang menjadi obatku Merindu pada kau sang tanda tanda 19/7/27 1:52
Semoga
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
1 Langit yang kau tatap , sudah ku tegur ia. janganlah membawa pesanku yang dari lalu itu itu saja ; hanya menambah beban di dada. biarlah kutanggung rindu , pada kenangan yang mengiringku jauh menulusuri setiap kelopak jiwamu , yang kerlap berlalu . Katamu kau ada disetiap ku bernada . bersama melodi gitar rasa , yang suka kau ajak bersua . bersama mencipta senandung dunia . 2 Si fana itu menyela egoku ; kau terlalu bodoh bertaruh !; geli rasaku . tak kuduga ; mengasihi . kita terbagi menjadi dua frasa . Bahkan saling pun tak bisa . 3 Sudah hampir menuju fajar . dan tanyaku tetap sama . selagi selang tak punya batas . akupun ingin pula, coba untuk menggulung cerita . Semoga .